Bogor— Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam PBNU) mengadakan workshop sindikasi media yang bertajuk “Pelatihan dan Lokakarya Media untuk Kampanye Kreatif”, bertempat di Jambuluwuk Hotel Bogor, Minggu (13/8). Acara dibuka oleh Wakil Ketua Lakpesdam PBNU yang juga anggota Ombudsman RI, Ahmad Suaedy, dan rencananya berlangsung sampai Rabu (16/8).

Dalam sambutan pembukaan acara, Ahmad Suaedy menekankan perlunya transformasi dalam kerja-kerja pendampingan mengentaskan kelompok yang termarjinalkan. Berbagai upaya kampanye inklusi sosial yang dilakukan cabang-cabang Lakpesdam dengan beragam aktivitas dapat tersampaikan ke publik.

“Pencapaian yang telah dibuat teman-teman dianggap berhasil mengubah kondisi sosial di masyarakat. Namun agar tidak terperangkap pada kerja-kerja karitatif butuh strategi yang transformatif”, ungkapnya.

Kampanye dalam kaitan dengan advokasi adalah salah satu step dari upaya mengubah kebijakan publik dan perilaku masyarakat. Kampanye sangat berhubungan dengan politik informasi dan komunikasi. Dimana informasi memiliki kecenderungan dalam akses dan kontrolnya hendak dikuasai oleh penguasa politik dan ekonomi. Meski perkembangan media kewargaan atau sosial media juga begitu cepat dan dimiliki oleh publik dan masing-masing individu bisa memproduksi berita dan kampanye.

Acara yang menghadirkan beberapa fasilitator ahli media ini diikuti oleh 13 cabang Lakpesdam di daerah, yaitu Lakpesdam Jepara, Lakpesdam Sampang, Lakpesdam Aceh, Lakpesdam Kuningan, Lakpesdam Indramayu, Lakpesdam Tasikmalaya, Lakpesdam Cilacap, Lakpesdam Cimahi, Lakpesdam Bima, Lakpesdam Mataram, Lakpesdam Kencong (Jember), Lakpesdam Sampit.

Maka dengan pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mendalami berbagai jenis dan model media, bersinergi dan sindikasi dalam arus konvergensi media dengan multi platform dan kanal yang semakin berkembang, sehingga pada gilirannya bisa dimanfaatkan untuk kampanye inklusi dan pembelaan kaum marjinal.IMG_0007 i