Jakarta– Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia NU (Lakpesdam PBNU) dengan Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST) menandatangani nota kesepahaman (MoU) di kantor Menteng Dalam Tebet, Kamis (7/6). Prosesi penandatangan dilakukan Ketua Lakpesdam NU Rumadi Ahmad dan Ketua FIHRRST Marzuki Darusman.

Kerjasama tersebut menurut Rumadi, dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai pelatihan bagi Pesantren di Indonesia, dimana Lakpesdam akan berkonsentrasi pada nilai-nilai NU dan pelatihan Hak Asasi Manusia. “Penandatanganan MoU ini diharapkan FIHRRST bisa bekerjasama dengan Lakpesdam untuk memperkuat kapasitas pemahaman dan keramahan terkait HAM untuk pesantren di Indonesia”, katanya.mou LAKPESDAM- FIHRRST

Sementara itu, Ketua FIHRSST Marzuki Darusman, mengatakan kerjasama yang dilakukannya dengan Lakpesdam PBNU adalah untuk pemenuhan HAM berbasis warga negara. Berikutnya kedua pihak akan merumuskan berbagai rencana dan kegiatan yang bisa dilakukan bersama dalam upaya pemenuhan HAM berbasis warga negara tersebut.

Pengenalan HAM ke berbagai kalangan menjadi penting, sehingga banyak pihak yang ramah terhadap HAM dalam beragam aktivitas, baik di level pemerintah, maupun korporasi dan swasta. Lebih lanjut masyarakat juga semakin aware terhadap implementasi HAM dalam praktek kegiatan yang dilakukan. “Kami mendorong masyarakat dan pemerintah untuk menggunakan instrumen monitoring HAM yang telah dirumuskan”, ucapnya.

Dalam pertemuan penandatangan MoU juga dihadiri oleh beberapa pengurus Lakpesdam PBNU, FIHRSST dan staff pelaksana. Banyak harapan yang muncul bahwa upaya mainstreaming HAM berbasis warga ini akan banyak memberi nilai positif termasuk menguatkan negara dalam hubungan dengan berbagai pihak, termasuk dunia internasional.