Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bogor mengadakan pelatihan pengembangan sumberdaya manusia di Kantor PCNU Kota Bogor pada Ahad (12/3). Pelatihan ini diikuti sedikitnya 15 orang yang terdiri atas berbagai unsur baik pengurus ranting, MWCNU maupun pengurus banom NU.

Kegiatan yang mendatangkan dua instruktur wilayah, Faridh Almuhayat Uhib Hamdani dan Muhammad Zimamul Adli serta pemateri dari Lakpesdam NU Kota Bogor Ustadz Muhammad Ichsan berjalan lancar.

“Lakpesdam harus menjadi garda terdepan dalam membangun SDM warga NU agar mampu bersaing di era globalisasi ini”imbuhnya. ujar Anwar Sadat.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan kegaitan Lakpesdam yang akan rutin dijalankan setiap bulan dengan mendatangkan narasumber yang sesuai dengan kebutuhan isu di Kota Bogor.

Faridh Almuhayat menyampaikan mengenai analisis kawan dan lawan NU dengan harapan dapat menjadi penyemangat bagi warga NU bahwa NU harus mengambil sikap dengan berbagai terpaan isu dan semakin beratnya tantangan baik di internal maupun eksternal. Sehingga warga NU harus melek terhadap kawan dan lawan NU walaupun dalam dakwahnya NU tetap harus menganut prinsip tasamuh, tawazun, tawasuth, dan i’tidal.

Sementara Zimamul Adli menyampaikan tentang Outlook NU 2026 di mana NU menyambut 1 abad-nya dengan berbagai strategi. Maka NU harus menyiapkan diri untuk menuju masa keemasan NU sebagaimana yang dicita-citakan pendiri NU KH Muhammad Hasyim Asy’ari.

Muhammad Ichsan menyampaikan tentang Aswaja NU. Berbagai prinsip agama yang dijalankan oleh warga NU sebagaimana yang diajarkan oleh para ulama harus menjadi karakter warga NU di manapun berada. Tidak malu dalam ber-NU menjadi bagian penting dalam memajukan organisasi NU.

Faridh Almuhayat menambahkan dengan harapan dari kegiatan pengembangan SDM warga NU ini adalah menjadikan NU sebagai jamaah dan NU sebagai jamiiah kuat dan terus berinovasi dalam menjalankan amanah pendiri NU. “Maka, tidak perlu malu menjadi warga NU Kota Bogor, sebab kita sudah punya modal yaitu jamaah yang sangat banyak.” []