Konsorsium KEMALA – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakepsdam PBNU) meresmikan “Sekolah Hijau” di Desa Rawasari dan Sungai Rambut Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Lakpesdam PBNU menjadi Kepala Konsorsium dalam program KEMALA (Konsorsium Energi Mandiri Lestari) yang terdiri dari CCES Yogyakarta, Pusat Studi Energi UGM, dan Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM.
Sekolah Hijau adalah lembaga yang didirikan di desa untuk menjadi wadah berkumpul, berdiskusi dan belajar bersama warga desa tentang usaha-usaha peningkatan ekonomi desa, memupuk kembali semangat gotong royong dan kepedulian sosial, serta meningkatkan kesadaran warga terhadap usaha-usaha pelestarian lingkungan termasuk pemanfaatan energi terbarukan.

Sekolah Hijau pertama diresmikan pada hari Jumat, 13 Januari 2017 di Desa Sungai Rambut, kemudian hari Sabtu, 14 Januari 2017 diresmikan Sekolah Hijau di Desa Rawasari. Dua Desa ini berlokasi di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Peresmian dilaksanakan di Gedung serba guna masing-masing desa dan dilakukan secara simbolis oleh Bapak Ramli selaku Kepala Desa Sungai Rambut dan Bapak Abdul Roqib selaku Kepala Desa Rawasari, yang ditandai dengan pemukulan bedug, pemotongan tumpeng dan pembukaan selubung papan nama “Sekolah Hijau”. Acara peresmian dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, perwakilan dari KEMALA, Kader Hijau, karang taruna, dan warga masyarakat.

Sekolah Hijau didirikan atas prakarsa KEMALA bekerjasama dengan MCA-Indonesia, sebuah lembaga kerjasama pemerintah Amerika Serikat dengan pemerintah Indonesia, KEMALA menjalankan program Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat (PSDABM) di dua desa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi dan Satu Desa / Nagari di Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat. Pendirian Sekolah Hijau merupakan salah satu program sosial yang diprakarsai untuk mendampingi program pembangunan infrastruktur PLTS yang akan dipasang di rumah-rumah warga, beberapa fasilitas umum yang tersedia dan beberapa rumah produksi di kedua desa. Berdasarkan pendataan terakhir, PLTS menurut rencana akan dipasang dengan sistem SHS (Solar Home System) di 163 rumah warga di Desa Sungai Rambut dan 218 rumah warga di Desa Rawasari.

“Saya secara pribadi dan atas nama pemerintah Desa Sungai Rambut berterima kasih atas terselenggaranya peresmian Sekolah Hijau ini dan menyambut baik kelanjutan kegiatan dari Konsorsium KEMALA dan MCA – Indonesia. Saya berharap program yang sedang dijalankan di Desa kami bisa memberikan dampak langsung atas peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa”. Ungkap Bapak Ramli, Kepala Desa Sungai Rambut.
Hal senada kurang lebih juga diungkapkan oleh Bapak Abdul Roqib selaku Kepala Desa Rawasari juga berjanji untuk membantu dan mendukung penuh demi kelancaran program-program KEMALA di Desa Rawasari.

Satriyantono Hidayat selaku Monitoring & Evaluation Manager, perwakilan manajemen KEMALA yang langsung hadir dalam peresmian mengatakan bahwa program Sekolah Hijau akan mendatangkan ahli-ahli di berbagai bidang ke desa untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kepada warga desa, terutama dalam hal meningkatkan usaha-usaha ekonomi produktif, memupuk kembali semangat warga untuk bergotong-royong dan peduli kepada permasalahan sosial, serta meningkatkan kesadaran warga terhadap lingkungan termasuk usaha-usaha memanfaatkan energi terbarukan. Acara peresmian juga ditandai dengan ceramah umum mengenai sistem energi yang berkelanjutan yang disampaikan oleh Dr. Rachmawan Budiarto, MT, ahli energi terbarukan dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Community Development Manager Program KEMALA, Sabik Al Fauzi mengatakan bahwa peresmian Sekolah Hijau di Sumatera Barat akan dilaksanakan dalam minggu ini. Sampai berita ini ditulis, peresmian Sekolah Hijau di Sumatera Barat terus disiapkan oleh Perwakilan Manajemen KEMALA dan Koordinator Daerah Solok Selatan. (Toni)