Radikalisme global yang telah menjadi ancaman nyata bagi tegaknya kedamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan sasaran utama anak muda negeri ini harus mendapatkan respon tegas dari semua elemen anak bangsa.
Pada Jumat (6/01), Lakpesdam NU Kota Pasuruan menggelar Workshop Deradikalisasi Agama dan Leadership Training Camp Kader Penggerak Aswaja angkatan 1 di Wisata Agro Wonosari Lawang.
Agenda kerja pertama di tahun 2017 ini didasari atas keprihatinan para ulama di kota Pasuruan atas kondisi anak muda yang kian hari kian lepas dari nilai-nilai Keislaman dan nilai-nilai Kebangsaan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti oleh kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari Mahasiswa dan komunitas anak muda di kota Pasuruan. Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan Waladi Imaduddin, SE, MM, mengatakan bahwa agenda ini adalah sebagai upaya Lakpesdam NU Kota Pasuruan untuk merangkul kaum muda di Kota Pasuruan. Gerakan radikalisme agama menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
“Lebih dari itu anak muda kita juga diserang dengan tren dan gaya hidup yg tidak sesuai dengan norma agama dan norma sosial seperti narkoba dan pergaulan bebas yg dikampanyekan melalui berbagai media mereka”, kata Waladi.
Acara ini dibuka dan dihadiri oleh Wakil ketua Tandfidziyah PCNU Kota Pasuruan H. Muhammad Nailur Rahman. Pada kesempatan tersebut beliau mengatakan dalam sambutannya bahwa saat ini kita sebenarnya telah berada dalam medan perang yang sangat luar biasa yaitu perang neo cortex. Bukan peperangan fisik secara langsung tapi merupakan perang pemikiran yang mempengaruhi pola pikir, gaya hidup bahkan keyakinan generasi kita. Perang neo cortex telah sukses menjauhkan anak muda kita dari ulama, dari tradisi luhur islam dan dari kecintaan pada negri kita.
“Maka dari itu acara kader penggerak aswaja dengan merangkul mahasiswa dan komunitas anak muda ini patut mendapatkan apresiasi yg tinggi sebagai bentuk perlawanan di medan perang neo cortex”, tambah Ketua PCNU Kota Pasuruan yang akrab disapa Gus Amak
Setelah membaca Ikrar Santri Nusantara Yang dipimpin langsung oleh Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan, Waladi Imaduddin, acara ditutup dengan bersama-sama menghadiri Haul Gus Dur ke-7 di Ponpes Tebu Ireng – Jombang.