Yogyakarta—Pasca penandatangan Konsorsium KEMALA (kerjasama dengan MCA-Indonesia), Lakpesdam PBNU sebagai bagian dari salah satu konsorsium terus melakukan berbagai kegiatan terkait implementasi program yang bertema “Peningkatan Pendapatan Rumah Tangga Miskin Melalui Usaha Hijau Didukung Energi Terbarukan” yang berlokasi di Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Tanggal 21-23 Juli lalu, telah dilakukan pertemuan para ahli (expert meeting) di Yogyakarta dan telah menghasilkan draft instrumen yang akan menjadi panduan tim assessor yang akan diterjunkan di tiga desa lokasi project untuk melaksanakan penelitian (rapid assessment) tentang data dasar sosial, ekonomi dan lingkungan, studi kelayakan penerapan PLTS dan energi terbarukan, serta rekruitmen calon kader hijau desa-desa tersebut.

Setelah tersusunnya panduan assessment, tanggal 19-21 Agustus 2016, konsorsium KEMALA menyelenggarakan rapat koordinasi lanjutan dengan melibatkan segenap tim manajemen bersama seluruh pihak yang akan ikut serta dalam pelaksanaan project. Para pihak itu antara lain para pimpinan dari keempat lembaga anggota konsorsium, anggota steering committee Konsorsium KEMALA, project principal, project manager, para manager dan segenap tim manajemen, manajemen daerah, wakil desa, serta para ahli (experts).

Dalam rapat kordinasi yang diadakan di Yogyakarta tersebut, didahului Penjelasan Umum Peta Jalan dan Rencana Pelaksanaan Project termasuk Koordinasi Administrasi, Penatausahaan Keuangan, Monitoring Evaluasi dan Pelaporan. Hari kedua, seluruh peserta rakor dibagi dalam dua kelompok, pertama, kelompok pemberdayaan masyarakat yang dimaksudkan untuk membekali seluruh tim program terkait aspek manajemen project dan aspek pemberdayaan masyarakat yang akan dilakukan di lokasi program. Kedua, kelompok administrasi dan penatausahaan keuangan yang diikuti oleh tim admin dan keuangan yang tentu dimaksudkan untuk pembekalan aspek manajemen keuangan dengan berbagai detil dan perinciannya dalam melaksanakan project.

Di hari terakhir rakor, diadakan pertemuan steering committee yang diikuti para pimpinan empat lembaga Konsorsium KEMALA dan seluruh tim manajemen project, mulai dari level pusat hingga daerah dan perwakilan desa. Sesi ini dimulai dengan seremonial dengan sambutan dari ketua SC Program Kemala, Prof. Dr. Ir. Moch. Maksum Mahfudh. Berikutnya adalah sesi penandatanganan kesepakatan (MoU) kedua terkait pembagian tugas kepada masing-masing anggota konsorsium serta pemberian wewenang kepada tim manajemen sebagai eksekutif project. Sesi ini juga sekaligus sebagai penanda dimulainya project yang dihadiri segenap stakeholder termasuk pimpinan lembaga Nahdlatul Ulama dan Universitas Gadjah Mada.

Pertemuan rapat kordinasi ini juga menghasilkan berbagai kesepakatan terkait implementasi project, berberapa panduan dan tools yang digunakan, termasuk assessment dan koordinasi antar tim manajemen pusat, tim manajemen daerah dan wakil desa, serta tim assessor dan tim feasibility studies yang akan diterjunkan untuk kegiatan rapid assessment ke lokasi project.[]