Lakpesdam PBNU – Bumi Nusantara yang luas dan terdiri dari banyak pulau ini memang menyimpan banyak kekayaan dan keragaman alam yang dibutuhkan. Mulai dari hewan, tetumbuhan hingga kandungan air, mineral, tanah dan bebatuan yang ada menjadi bagian dari anugerah Allah SWT dan musti dikelola dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Upaya pemenuhan kebutuhan hidup manusia itulah pengertian ekonomi secara sederhana.

Geliat ekonomi dengan segala upaya pemenuhan kebutuhan hidup manusia tentu sudah dimulai dan dilakukan sejak awal. Nenek moyang pra sejarah, hingga masuknya berbagai bangsa lain ke bumi nusantara, tak lain juga urusan ekonomi. Spirit pergerakan nasional Indonesia juga banyak dipengaruhi faktor ekonomi  dan gerakan ekonomi semisal Syarikat Dagang Islam, hingga Nahdlatut Tujjar yang dimotori para ulama dan kalangan santri.

Dari sinilah Jurnal Tashwirul Afkar edisi ini menghadirkan perbincangan ekonomi nusantara. Menelusuri jejak dan prinsip ekonomi khas yang menghormati kearifan lokal Nusantara.  Dalam Tashwir, Alai Nadjib memulai penggambaran ekonomi nusantara, mulai dari zaman kerajaan nusantara, masuknya Islam dengan Aceh yang menunjukkan perkembangan pesat dalam ekonomi dan perdagangan. Banyak armada dagang, kapal dan pedagang asing yang singgah dan berlalu lalang di bumi nusantara, termasuk bagaimana ekonomi nusantara pra sejarah, hingga masa kemerdekaan dengan model ekonomi Pancasila.

Melalui tulisan KH Imam Azis, pembaca bisa menelusuri mengenai peta jalan ekonomi warga NU. Membincang tiga pilar berdirinya NU, mulai dari spirit Nahdlatul Wathan yang bermakna kesadaran berbangsa yang begitu kuat melandasi berdirinya NU. Spirit Taswirul Afkar yang berujung pada kesadaran kaum terdidik untuk menguasai berbagai disiplin pengetahuan. Dan terakhir spirit Nahdlatut Tujjar, yakni kebangkitan kaum pedagang yang merefleksikan gerakan ekonomi nusantara yang juga harus dimiliki kalangan ulama dan santri .

Dalam riset redaksi, Ahmad Baso membahas mengenai geliat ekonomi pesantren terkait dengan gerakan Islam Nusantara. Bagaimana spirit ekonomi kaum santri dalam percaturan ekonomi global yang cenderung kapitalistik dan bagaimana peran yang dimainkan kalangan santri dalam merumuskan gerakan ekonomi yang bertumpu pada kepentingan pesantren itu sendiri. Berikutnya tulisan Nur Ahmad Shoim yang membahas konsitusi ekonomi di Indonesia. Faktanya konsitusi negara yang sudah diputuskan para pendahulu republik ini memberikan porsi yang memadai bagi pembangunan kesejahteraan sosial. Ini menunjukkan konstitusi kita bukan kapitalisme maupun sosialisme, tetapi model campuran dalam bentuk koperasinya Hatta.

Jamal Ma’mur Asmani menjelaskan bagaimana konsep fiqh sosial alm. Mbah Sahal bisa diterapkan dalam proses pemberdayaan masyarakat baik di lingkungan pesantren hingga berdampak pada lingkungan sekitarnya. Sebuah inspirasi pengembangan ekonomi yang dilakukan kalangan pesantren dengan pendekatan fiqhnya. Begitu juga tulisan Mujiburrahman yang membahas relasi agama dan ekonomi dalam hubungannya dengan budaya masyarakat Banjar. Sebuah tulisan yang menarik untuk dicermati, terlebih dikaitkan dengan teori ekonomi Weber ataupun Karl Marx dalam membahas budaya Banjar. Berikutnya tulisan refleksi dari pengalaman lapangan seorang Marzuki Kurdi yang terlibat dalam pendampingan masyarakat Kulonprogo. Ia menceritakan bagaimana masyarakat harus berjuang untuk masa depan ekonominya, terlebih berhadapan dengan pengusaha atau penambang pasir yang menggunakan segala cara, sehingga kondisi petani dan masyarakat harus memperjuangkan nasibnya sendiri.

Ada juga tulisan hasil wawancara dengan dua pesantren yang menerapkan pengembangan ekonomi, yaitu pesantren Sidogiri yang banyak memiliki unit usaha dan juga pesantren Nurul Iman Parung yang dengan banyaknya unit usaha mampu menggratiskan pendidikan bagi seluruh santrinya. Review buku kali ini membincang mengenai buku Ensiklopedi Nahdlatul Ulama yang tentu menjadi karya menarik terkait dengan banyak sejarah, tokoh dan khazanah pesantren. Akhirnya selamat membaca edisi ekonomi nusantara kali ini, semoga memberikan banyak inspirasi bagi pembaca sekalian.