Lakpesdam PBNU–Gender Mainstreaming adalah isu publik dunia di setiap bidang dan level kebijakan yang akan digulirkan. Pengarusutamaan ini mendasarkan pada pendekatan pluralistik yang menghargai keragaman antara laki-laki dan perempuan.

Lakpesdam PBNU dengan dukungan The Asia Foundation, Senin (17/4/16) mengadakan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman staf pelaksana dan Tim Program Peduli terkait gender. Pelatihan yang dilaksanakan di kantor Lakpesdam Tebet difasilitatori oleh Lies Marcoes yang juga merupakan konsultan di TAF.

Gender dapat didefinisikan sebagai keadaan dimana individu yang lahir secara biologis sebagai laki-laki dan perempuan yang kemudian memperoleh pencirian sosial sebagai laki-laki dan perempuan melalui atribut-atribut maskulinitas dan feminitas yang sering didukung oleh nilai-nilai atau sistem dan simbol di masyarakat yang bersangkutan. Lebih singkatnya, gender dapat diartikan sebagai suatu konstruksi sosial atas seks, menjadi peran dan perilaku sosial.

Dalam pelatihan ini Mbak Lies menjelaskan tentang persamaan hak atas kaum laki-laki dan kaum perempuan. Selain itu para peserta juga diberikan pemahaman keterkaitan persoalan gender di dalam program peduli, sehingga diharapkan tidak muncul proses diskriminasi dan eklusi terkait laki-laki dan perempuan dalam program yang dijalankan.

“Sangat penting gender dalam program peduli ini dan tidak ada lagi keterlibatan perempuan sebagai kelompok yang tereklusi didalamnya,” ujar Lies Marcoes.

Dalam pelatihan ini dimaksudkan agar perlakuan-perlakuan ekslusi, yang antara lain disebabkan kuatnya prasangka negatif atau pemahaman yang bias soal gender dalam program peduli dapat teratasi.